Sabtu, 26 Mei 2012

LAPORAN



Laporan adalah 

  • Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
  • Salah satu cara pelaksanaan komunikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.
  • Laporan merupakan salah satu alat untuk menyampaikan informasi baik formal maupun nonformal.
  • Penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi.
Dasar – dasar membuat Laporan 

a. Clear
Kejelasan suatu laporan diperlukan baik kejelasan dalam pemakaian bahasa, istilah, maupun kata-kata harus yang mudah dicerna, dipahami dan dimengerti bagi si pembaca.

b. Mengenai sasaran permasalahannya
Caranya dengan jalan menghindarkan pemakaian kata-kata yang membingungkan atau tidak muluk-muluk, demikian juga hal dalam penyusunan kata-kata maupun kalimat harus jelasm singkat jangan sampai melantur kemana-mana dan bertele-tele yang membuat si pembaca laporan semakin bingung dan tidak mengerti.

c. Lengkap (complete)
Kelengkapan tersebut menyangkut :
#. Permasalahan yang dibahas harus sudah terselesaikan semua sehingga tidak menimbulkan tanda tanya
#. Pembahasan urutan permasalahan harus sesuai dengan prioritas penting tidaknya permasalahan diselesaikan

d. Tepat waktu dan cermat
Tepat waktu sangat diperlukan dalam penyampaian laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan karena pihak yang membutuhkan laporan untuk menghadapi masalah-masalah yang bersifat mendadak membutuhkan pembuatan laporan yang bisa diusahakan secepat-cepatnya dibuat dan disampaikan.

e. Tetap (consistent)
Laporan yang didukung data-data yang bersifat tetap dalam arti selalu akurat dan tidak berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu dan keadaan akan membuat suatu laporan lebih dapat dipercaya dan diterima.

f. Objective dan Factual
Pembuatan laporan harus berdasarkan fakta-fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya maupun dibuat secara obyektif.

g. Harus ada proses timbal balik
a. Laporan yang baik harus bisa dipahami dan dimengerti sehingga menimbulkan gairah dan minat si pembaca
b. Jika si pembaca memberikan respon berarti menunjukkan adanya proses timbal balik yang bisa memanfaatkan secara pemberi laporan maupun si pembaca laporan

Sistematika Laporan

laporan lengkap yang lengkap, harus dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).
Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :
1. Pendahuluan
Pada pendahuluan disebutkan tentang :
1) Latar belakang kegiatan.
2) Dasar hukum kegiatan.
3) Apa maksud dan tujuan kegiatan.
4) Ruang lingkup isi laporan.

2. Isi Laporan
Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain :
1) Jenis kegiatan.
2) Tempat dan waktu kegiatan.
3) Petugas kegiatan.
4) Persiapan dan rencana kegiatan.
5) Peserta kegiatan.
6) Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).
7) Kesulitan dan hambatan.
9) Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3. Penutup
Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.

Sistematika Laporan Secara Umum
Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bahwa pada dasarnya setiap sistematika laporan itu memiliki 3 bagian utama dan di antara 3 bagian utama itu ada bagian-bagian lagi yang dinamakan subbagian. Berikut adalah sub-sub bagian yang pasti ada di setiap jenis laporan.

Judul
Dalam lembar judul, didalamnya mencakup judul laporan, yang telah menulis/membuat laporan, dan tanggal saat laporan tersebut ditulis/disampaikan.

Kata Pengantar
Dalam lembar kata pengantar, didalamnya berisi ucapan terima kasih kepada orang-orang atau organisasi yang telah membantu pelaksanaan kegiatan yang sedang dilaporkan.

Daftar Isi
Seperti dalam sebuah buku, dalam laporan juga harus menyertakan daftar isi. Hal ini dimaksudkan adalah agar mempermudah pengguna dalam mencari hal-hal yang dibutuhkan.

Abstrak/ringkasan
Abstrak adalah bagian yang paling penting dari laporan dan juga (mungkin) satu-satunya bagian yang dibaca secara rinci oleh pengguna laporan. Karenanya, abstrak harus hati-hati ditulis dan harus berisi gambaran lengkap dari pesan dalam laporan tersebut, dengan ringkasan yang jelas tentang rekomendasi yang akan diberikan.

Ruang Lingkup dan Tujuan
Bagian ini harus mendefinisikan ruang lingkup dan keterbatasan penyelidikan dan tujuan-tujuan khusus yang ingin dicapai.

Metodologi
Bagian ini menjelaskan bagaimana menyelidiki daerah tersebut. Bagaimana mengumpulkan informasi, dari mana dan berapa banyak (misalnya jika menggunakan survei, bagaimana survei dilakukan, bagaimana memutuskan pada kelompok sasaran, berapa banyak yang disurvei, bagaimana mereka disurvei -? Oleh wawancara atau kuesioner).

Pendahuluan/Latar Belakang
Hal ini akan membantu untuk menyempurnakan pembaca ke dalam latar belakang laporan Anda. Berisi secara detail mengenai latar belakang laporan-tapi ingat untuk tetap relevan, faktual dan singkat.

Analisa/Pembahasan
Ini adalah tubuh utama laporan, di mana ide-ide dikembangkan. Pastikan bahwa yang dikembangkan terstruktur, judul yang jelas, dan bahwa pembaca/pengguna dapat menemukan informasi dengan mudah. Sifat bagian ini akan tergantung pada ruang lingkup laporan. Bagian harus berurusan dengan topik utama yang dibahas - harus ada urutan logis, bergerak dari deskriptif ke analitis. Selain itu, harus berisi informasi yang cukup untuk membenarkan kesimpulan dan rekomendasi yang mengikuti. Pemilihan informasi yang tepat sangat penting di sini: jika informasi penting untuk membantu memahami, maka harus dimasukkan; informasi yang tidak relevan harus dihilangkan.

Kesimpulan
Kesimpulan diambil dari analisis di bagian sebelumnya dan harus jelas dan ringkas. Mereka juga harus berkaitan dengan kajian teoritis yang menjadi acuan. Pada tahap ini, tidak ada informasi baru dapat dimasukkan.

Rekomendasi
Pastikan bahwa yang disoroti adalah apa yang pembaca/pengguna ingin tahu dan apa yang harus mereka lakukan sebagai hasil dari membaca laporan, karena tujuan mereka membaca laporan BUKAN untuk menggali informasi. Jadi usahakan, jangan menggunakan kata “disarankan”. Seperti Kesimpulan, rekomendasi-rekomendasi harus jelas berasal dari tubuh utama laporan dan informasi baru juga harus disertakan.

Daftar Pustaka
Daftar Pustaka berisi materi tambahan yang tidak secara khusus disebut, namun yang pembaca mungkin ingin untuk menindaklanjuti.

Apendiks
Gunakan ini untuk memberikan informasi lebih rinci yang pembaca/pengguna mungkin perlu untuk referensi. Lampiran harus relevan dan harus diberi nomor sehingga mereka bisa disebut dalam tubuh utama.

Glossari
Glossari dibutuhkan jika di dalam laporan ada kata-kata baru yang sekiranya belum dimengerti oleh pembaca/pengguna.

Bentuk Laporan Resmi
1. Cover 

2. Halaman pengesahan 
3. Ringkasan 
4. Summary 
5. Prakata 
6. Daftar isi 
7. Daftar tabel 
8. Daftar gambar 
9. Bab i pendahuluan 
a. Latar belakang 
b. Tujuan percobaan 
c. Manfaat percobaan 

10. Bab ii tinjauan pustaka 
a. Landasan teori yang mendukung 
b. Penelitian terdahulu 
11. Bab iii metodologi percobaan 
a. Bahan dan alat yang digunakan 
b. Gambar alat 
c. Variabel percobaan 
d. Cara kerja 

12. Bab iv hasil percobaan dan pembahasan 
a. Hasil percobaan 
b. Pembahasan 
13. Bab v penutup 
a. Kesimpulan 
b. Saran 

14. Daftar pustaka 
15. Lampiran 
a. Lembar perhitungan 
b. Laporan sementara 
c. Kuantitas reagen 
d. Fotocopy referensi yang dipakai 
e. Lembar asistensi 




Sumber :

http://nindiyahpuspitasari.blogspot.com/2011/04/pengertian-laporan.html

http://girlycious09.wordpress.com/tag/dasar-laporan/

http://lab.tekim.undip.ac.id/mikrobiologi/category/laporan-resmi/

Sabtu, 07 April 2012

Penulisan Ilmiah

1. Bagian Awal, terdiri atas:
Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Tulisan Ilmiah standar Universitas Gunadarma.

Lembar Pengesahan
Dituliskan Judul PI, Nama, NPM, Tanggal Sidang, Tanggal Lulus, dan tanda tangan Pembimbing, Kasubag. PI, serta Ketua Jurusan, sesuai dengan jurusan masing-masing.

Abstrak dan Abstract
Berisi ringkasan dari tulisan. Maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan penelitian tulisan ilmiah yakni : Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Kasubag PI, Pembimbing, Perusahaan, Keluarga, Rekan-rekan, dan lain-lain.

Daftar Isi
*Daftar Tabel
*Daftar Gambar
*Daftar Lampiran
(*Bila Ada)

2. Pendahuluan
Pendahuluan menguraikan pokok persoalan, terdiri dari :
Latar Belakang
Menguraikan mengapa penulis sampai kepada pemilihan topik permasalahan yang bersangkutan.

Batasan Masalah/ Ruang Lingkup
Memberikan batasan yang jelas bagian mana dari persoalan yang dikaji.

Tujuan
Menggambarkan hasil yang diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban
terhadap masalah yang diteliti.

Metode Penelitian
Bagian metode penelitian menjelaskan secara rinci setiap kegiatan yang dilakukan untuk menjawab tujuan yang sudah diuraikan pada bab 1. Bagian ini juga menjelaskan peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian (jika ada). Inti dari bagian ini adalah pembaca dapat melakukan ulang persis seperti peneliti lakukan berdasarkan uraian yang diberikan peneliti dalam bagian ini. Semua langkah-langkah yang dilakukan tidak boleh ada yang ditutupi, dan dijelaskan secara kronologis dan sistematis. Untuk penelitian ilmu komputer, bagian ini dapat diisi dengan uraian peralatan yang dibutuhkan, algoritma/ metode yang digunakan, prosedur implementasi (mengacu pada SDLC). Contoh bagian Metode Penelitian yang dapat digunakan sebagai rujukan (tidak mutlak harus seperti ini, tergantung dari kebutuhan masing-masing):

Perangkat yang Dibutuhkan
Contoh:
Penelitian ini membutuhkan perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras yang dibutuhkan adalah satu (1) unit komputer pribadi lengkap dengan spesifikasi minimum........ Perangkat lunak yang dibutuhkan adalah......

Prosedur Pembuatan Aplikasi
Pada bagian ini dijelaskan prosedur pembuatan aplikasi dengan detil, bukan pembuatannya.
Contoh:
Pembuatan aplikasi dilakukan dalam beberapa tahap:
1. pembuatan rancangan input. Rancangan input dibuat menggunakan algoritma....(kalau ada khusus dari teori yang digunakan, jangan dijelaskan rancangan inputnya di sini).
2. pembuatan rancangan output. Rancangan output dibuat menggunakan algoritma....(kalau ada khusus dari teori yang digunakan, jangan dijelaskan rancangan outputnya di sini).
3. pembuatan logika pemrograman. Logika program dibuat menggunakan bentuk diagram alur.
4. pembuatan naskah program. Naskah program dibuat menggunakan bahasa pemrograman......

Uji Coba Aplikasi
Dijelaskan dengan detil bagaimana uji coba aplikasi dilakukan dan apa yang diamati dalam uji coba tersebut. Contohnya: Uji coba aplikasi didahului dengan proses debugging. Program yang sudah valid dan terverifikasi, selanjutnya dijalankan selama ... kali. Hal yang diperhatikan selama berjalannya program adalah konsistensi output yang dihasilkan..........dst...dst.

Sistematika Tulisan Ilmiah
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Tulisan Ilmiah, dibuat/ diurai dalam paragraf.

3. Tinjauan Pustaka
Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dan lain- lain), yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya. Dapat pula ditambahkan Tool/ Program penunjang yang digunakan untuk membantu penelitian, sebatas sejarah perkembangan, kelebihannya, keuntungan dan keterbatasan tool. Tidak perlu memasukkan manualnya. Dianjurkan untuk memasukkan minimal satu artikel (dari jurnal/ prosiding) yang mendukung. Penunjukkan referensi perlu dimasukkan jika pada bab ini dikutip. 

4. Gambaran Umum Perusahaan (untuk yang melakukan penelitian/ kerja praktek di perusahaan)
Menguraikan secara singkat profil perusahaan tempat dilakukannya kerja praktek/ penelitian. Dibuat bab sendiri (tidak termasuk dalam landasan teori).
  
5. Analisa dan Hasil ATAU Perancangan dan Implementasi
Bagian ini dapat dipecah menjadi beberapa bab (misalnya Bab 3 dan Bab 4) tergantung kebutuhan :
- Hasil Penelitian (Analisis Perusahaan)
Menguraikan hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dengan penelitian.

- Perancangan dan Implementasi
Menguraikan tentang perancangan dari aplikasi yang akan dibuat, dapat berupa tampilan rancangan layout input, output atau hasil dan menguraikan bagaimana cara membuat aplikasi tersebut, berikut tampilan hasilnya. Setiap hasil berupa gambar ataupun tabel, diceritakan atau dideskripsikan. Spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak disebutkan untuk penggunaan akhir dari aplikasinya. Jika membuat situs, ada bagian tersendiri untuk menceritakan cara menggunggah situs. Jika melakukan uji coba program ditambahkan bagian tersendiri hasil kuesioner preferensi user

6. Penutup
- Simpulan
Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada Bab 1, yang diperoleh dari penelitian.

- Saran
Ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan pengembangan penelitian. Saran lebih ditujukan bagi pengembangan dari aplikasi atau situs.

7. Daftar Pustaka (menggunakan sistem Harvard, author-date style)
- Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dan lain-lain), yang digunakan dalam
tulisan.

- Berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Untuk
setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga
sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam
tubuh tulisan.

- Nama pengarang asing ditulis dengan format : nama keluarga, nama depan (dibalik).
Nama pengarang Indonesia (ras ASIA) ditulis normal (tidak dibalik).

- Gelar tidak perlu dituliskan.

-  Setiap pustaka diketik dengan jarak satu spasi (rata kiri). Jarak antara satu pustaka dengan pustaka lainnya diberi jarak 2X enter.

- Semua nama pengarang ditulis lengkap.

- Tahun terbit disarankan minimal tahun 2005 (maksimal 10 tahun di belakang), kecuali pustaka yang ‘langka’.

- Sumber pustaka lainnya dari jurnal/ prosiding atau internet non formal.


Sumber : http://parno.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30363/Petunjuk_PI_SI_2012.pdf

Kamis, 05 April 2012

Kerangka Penulisan Ilmiah

Bab 1
Pendahuluan

1.1    latar belakang masalah
salah satu perkembangan teknologi yang begitu pesat adalah teknologi wireless, baik melalui perangkat handphone, PDA, dan sebagainya. Teknologi wireless ini sendiri sangatlah luas mencakup bidang mulai dari radio, televisi dll.

1.2    Batasan Masalah
Penulis membatasi pada penulisan dan penelitian hanya pada penggunaan dasar mengenai J2SE, dan mengimplementasikan kamus 3 bahasa dalam telepon selular.

1.3    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah diharapkan aplikasi yang dibuat dapat berguna bagi pengguna aplikasi tersebut.

1.4    Metode Penelitian
Metode penelitian yang dilakukan penulis adalah :
1.4.1    Studi pustaka
Penulis mendapatkan refrensi dari buku-buku, artikel yang dibaca oleh penulis.
1.4.2    Uji coba
Setelah berhasil membuat aplikasmus 3 bahasa, penilis menguji coba aplikasi tersebut.

1.5    Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah penulisan ilmiah ini, penulis membagi menjadi 4 bab, yaitu :

Bab 1 Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang melakukan penulisan, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian.
Bab 2 Landasan Teori
Barisi tentang landasan teori pembuatan aplikasi ini, dan menjelaskan tentang sejarah J2SE.
Bab 3 Pembahasan
Menjelaskan tentang cara pembuatan aplikasi kamus 3 bahasa.
Bab 4 Penutu
Berisi kesimpulan dan saran.



Bab 2
Landasan Teori

2.1 mobile Era
Telepon selular dan interne adalah dua fenimena yang paling menarik menjelang akhir abad lalu.
2.1.2 J2ME
Bila dibanding wap dengan bahasa pemrograman wml maka J2ME memiliki beberapa kelebihan yang berarti.

2.2 Kenapa ada kamus?
Ilmu bahasa bukanlah ilmu sulit. Seorang bayi ketika baru lahir belum mengenal bahasa apapun. Kemudian mulailah mengenal kata demi kata dari suara yang didengar dari sekitarnya.
2.2.1 Kamus umum dan kamus khusus
Kamus disini lazim diartikan sebagai kamus yang berkaitan dengan arti kata dan seluk basaha. Asa dua jenis kamus umu yang diketahui, yaitu : kamus lengkap dan kamus ringkas.
2.2.2 Jenis-jenis kamus
1. kamus umum
2. kamus lebih dari 1 bahasa
3. kamus subyek
4. kamus pelengkap

2.3 analisa algoritma
Manusia di dalam melaksanakannya selalu saling berinteraksi satu sama lain. Proses interaksi tersebut merupakan usaha untuk menginggkatkan kualitas dan kesejahtraan kehidupannya.

2.4 Teknologi java
Ada beberapa alasan mengapa java dipilih untuk aplikasi komunikasi bergerak.
1.    Java merupakan bahasa pemrograman yang aman.
2.    Bahasa pemrograman java adalah bahasa pemrograman yang kokoh.
3.    Portabilitas bahasa java sangat berguna dalam aplikasi wireless.
2.4.1 menggapa menggunakan java ?
J2ME merupakan subset dari J2SE yang ditujukan untuk mengimplementasikan pada peralatan embedded dan handheld yang tidak mampu mendukung secara penuh implementasikan menggunakan J2SE.
2.4.2 J2ME configuration
J2ME configuration mendefinisikan lingkungan kerja J2ME runtime. Oleh karena setiap handheld divice memiliki vitur yang berbeda-beda.
2.5 Hardware and Software
Adapun kebutuhan hardware dan softwarenya adalah :
1.    Sistem operasi winXP
2.    Ruang harddisk
3.    Memori
4.    JDK versi 1.3



Bab 3
Pembahasan

3.1    Permasakahan
Tidak aneh lagi bila benda sebesar genggaman tangan memiliki multifungsi seperti
komputer, kamera digital, telepon bahkan televisi.

3.2    Pemrograman database pada midilet
Dalam sebuah komputer, umumnya menyimpan file pada disket, tape atau harddisk agar digunakan kemudian.
3.3    Record management system
 RMS merupakan implementasi database untuk digunakan dalam midlet java yang berorientasi record.
3.4    Image pada J2SE
Objek image diperlukan untuk meletakkan objek gambar yang bersifat imutable atau mutable.
3.5    Pengenalan Flowchart
Flowchart merupakan gambar atau yang memperlihatkan urutan dan hubungan antara proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol.


Bab IV 
Penutup


4.1    Kesimpulan
Aplikasi mobile multimedia melalui jalur multimedia berkembang dengan cepat. Mobile multimedia bukan hanya sebagai sarana untuk kebutuhan hiburan saja melainkan sudah menjadi salah satu wacana untuk menyampaikan suatu informasi.
4.2    Saran
Saran yang dapat diberikan penulis untuk aplikasi ini adalah :
1.    Untuk mencoba aplikasi J2ME tidak harus memiliki handphone yang mendukung midip.
2.    Arti kata yang  telah diketahui atau dihafal dapat digunakan dengan kata baru.





Daftar pustaka
Lampiran Gambar
Lampiran Listing Program



Kamis, 15 Maret 2012

Penalaran, Deduktif, dan Induktif

Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Penalaran Metode deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Contoh:
Semua ikan bisa berenang (premis mayor)
Hiu adalah jenis ikan air laut (premis minor)
Jadi : Hiu bisa berenang (konklusi)

Penalaran Metode induktif
Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Contoh:
Logam 1 akan memuai jika dipanaskan (premis mayor)
Logam 2 akan memuai jika dipanaskan (premis minor)
Semua logam akan memuai jika dipanaskan (konklusi)


sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://rikykonfen.blogspot.com/

Rabu, 04 Januari 2012

Runtuhnya Jembatan KuKar, Siapa yang bertanggung jawab ?

Pada hari Sabtu (26/11/2011) Jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, runtuh. Dan memakan 25 korban jiwa.

Jembatan ini runtuh secara tiba-tiba pada saat sedang melakukan perawatan rutin. Jembatan KuKar runtuh dalam hitungan detik, dan semua pengendara yang sedang melintasi jembatan tersebut ikut jatuh kedalam sungai.

Pemerintah telah membentuk Tim investigasi, dan mereka telah menemukan beberapa orang terkait yang harus bertanggung jawab, seperti apa yang sudah dituliskan dari sumber yang saya dapat :

VIVAnews - Dua dari tiga tersangka Jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh, hari ini menjalani pemeriksaan di Kepolisian Resor Kutai Kartanegara. Ini merupakan pemeriksaan pertama mereka sebagai tersangka.

Dua tersangka yang menjalani pemeriksaan ini merupakan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kukar, ST dan YS. Keduanya masuk ke ruang penyidikan sekitar pukul 09.00 WITA.

Polisi memang telah menetapkan tiga orang tersangka yang dituding bertanggung jawab terhadap runtuhnya jembatan penghubung Kecamatan Tenggarong Seberang dengan Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur ini. Satu tersangka lainnya merupakan petinggi kontraktor yang memenangkan tender rehabilitasi jembatan.

Pihak pengacara kedua tersangka, ST dan YS, yakin kliennya tak bersalah. Sebab, klien mereka tidak tahu menahu mengenai teknis pekerjaan pemeliharaan jembatan yang dilakukan oleh PT Bukaka. Nasrun Mu'min, pengacara YS dan ST mengungkapkan, kasus ini agak unik. Mereka perlu tahu di mana unsur dan dalam bentuk apa kelalaian kliennya sehingga dijadikan tersangka oleh polisi.

"Bukan mereka berdua yang mengerjakan (pemeliharaan), karena yang mengerjakan PT Bukaka. Saya selaku lawyer akan fight habis-habisan. Kami berharap polisi profesional," katanya.

Dua orang dari PU Kukar yang dijadikan tersangka oleh polisi memang terlibat dalam kronologi rehabilitasi jembatan, meski tidak secara teknis. YS misalnya, dia merupakan pemegang Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) di Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Kukar. Sedangkan ST adalah Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas PU Kukar.

Menurut Nasrun, sebagai pemegang KPA, YS hanya melakukan tugas membayar uang terkait pemeliharaan jembatan. Sedangkan ST lebih sebagai pimpinan proyek yang mengawasi pemeliharan. "Tidak pernah klien saya memerintahkan secara lisan maupun tertulis tentang pekerjaan," katanya.

Sementara, Hubungan Masyarakat Polres Kukar Ajun Komisaris I Nyoman Subrata mengatakan, polisi belum melakukan penahanan terhadap tersangka. Masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut lagi dan pengumpulan alat bukti yang cukup. "Kemungkinan tersangka bisa bertambah," katanya.

Semoga semua orang yang harus bertanggung jawab atas runtuhnya jembatan KuKar segera ditemukan dan diadili secara adil.

Dan saya mengucapkan turut berduka cita kepada seluruh korban meninggal atas kecelakaan runtuhnya jembatan kukar.


Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/277072-dua-tersangka-jembatan-runtuh-dari-dinas-pu

Ingin Menjadi



Setelah lulus, dan menjadi sarjana komputer, saya ingin membangun sebuah usaha IT Consultant. Menjadi pengusaha, itulah cita-cita saya.

Saya tidak berpikir kalu saya harus berkerja diperusahaan yang bagus atau perusahaan terkenal. Namun kalau ada kesempatan yang datang, ya pasti akan diterima. Kesempatan yang ada tidak boleh disia-siakan.
Saya ingin menjadi seorang IT Consultant karena terinspirasi dari seseorang. Dan saya ingin membuat lapangan pekerjaan bagi orang yang memiliki keahlian namun tidak didukung oleh nilai yang bagus. Intinya saya ingin mendirikan perusahaan yang di isi oleh orang-orang yang memiliki keahlian dibidang praktek dari pada teori.

Itu lah salah satu rencana yang ada dikepala saya. Rencana yang akan saya lakukan setelah lulus J. Apapun yang manusia rencanakan, tetap Tuhan lah yang berkehendak, manusia hanya bisa berencana dan berusaha untuk impiannya.

Sekian tulisan dari saya, jika terdapat kesalaha dalam artikel ini, mohon dimaafkan.


Rabu, 28 Desember 2011

10 Tips Selamat Dari Gempa

Bencana alam datangnya tidak bisa kita duga. apalagi bencana alam gempa bumi. indonesia salah satu negara yang sering terkena bencana alam gempa bumi, dan ini ada beberapa tips agar selamat dari gempa bumi, bila terjadi gempa bumi yang sangat dasyat di kota anda.

1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus Anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika Anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan Anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika Anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, Anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, Anda tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Doug Copp menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.


sumber : http://www.jawaban.com/index.php/relationship/detail/id/80/news/071212191230/limit/0/10-Tips-Selamat-Dari-Gempa.html